All New Pajero Sport

Type Harga
Type: EXCEED A/T Rp. 490.000.000 Chat Chat
Type: EXCEED M/T Rp. 480.000.000 Chat Chat
Type: DAKAR 4X2 Rp. 530.000.000 Chat Chat
Type: DAKAR 4X4 Rp. 705.000.000 Chat Chat
Type: GLX Rp. 530.000.000 Chat Chat
Type: DAKAR ULTIMATE Rp. 575.000.000 Chat Chat
Type : ROXFORD SERI 2 2020 Rp HUBUNGI KAMI Chat Chat
Limited

Special Features

  • AC
  • Power Window Depan
  • Power Window- Belakang
  • Power steering
  • Pemanas
  • Ventilasi AC Belakang
  • Glove Box dengan Pendingin
  • Engine Start Stop Button
  • Adjustable Seats
  • Kursi Pengemudi Dengan Penyesuai Ketinggian
  • Spion Lipat Elektrik
  • On Board Computer
  • Follow Me Home Headlamps
  • Power Outlet
  • Lingkar kemudi Dengan Tombol Multi Fungsi
  • Cruise control
  • Kursi Lipat Belakang
  • Pembuka Bagasi
  • Lampu Pengingat Jumlah Bahan Bakar
  • Headrest Kursi Belakang
  • Cup Holder - depan
  • Cup Holder - belakang
  • Bottle Holder
  • Meja Lipat Belakang
  • Keyless Entry

Descriptions

Overview

Tak banyak yang tahu, Mitsubishi Pajero Sport sebetulnya sudah punya tiga generasi. Perjalanan SUV ini, dimulai dari Mitsubishi Challenger 1996, yang memang tidak masuk resmi ke Indonesia. Tugas yang dibebankan ke Challenger saat itu, menjadi SUV menengah untuk mereka yang merasa Mitsubishi Pajero (bukan Sport) terlalu mahal. Dan hal itu berlangsung hingga generasi ketiga, yang sekarang laris. Mitsubishi Pajero Sport generasi terbaru pertama kali muncul di Indonesia pada Januari 2016 di Jakarta. Harapan besar ditumpukan pada mobil ini, untuk mengulang sukses generasi sebelumnya. Perubahan desain yang tergolong sangat berani, membuat kalangan pengamat otomotif ragu, apakah pasar Indonesia sudah siap dengan desain radikal seperti itu. Nyatanya, Pajero Sport tetap bisa menjadi ujung tombak penjualan Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI), pemegang mereknya. Begitu suksesnya, Mitsubishi Jepang sampai melakukan investasi besar membangun pabrik, untuk merakit mobil ini di Cikarang, Jawa Barat. Di balik kap mesin, terpasang mesin baru 4N15 turbodiesel yang mampu melontarkan 181 ps, untuk varian berlabel Dakar. Varian lain seperti Exceed atau GLX masih menggunakan mesin 4D56 seperti generasi sebelumnya. Angka 181 ps sempat menjadi yang terbesar di kelasnya, hingga Nissan Terra hadir dengan mesin berkekuatan 190 ps. Musuh bebuyutannya, Toyota Fortuner, cuma punya 149,6 ps. Keunggulan lain yang dimiliki Pajero Sport, dimensinya. Okelah, lebih pendek 10 mm dari Fortuner (4.795 vs 4.785 mm), tapi jarak sumbu rodanya lebih panjang 55 mm dengan angka 2.800 mm. Artinya? Ruang kaki lebih lega, meski bagasinya lebih sempit ketimbang SUV andalan Toyota tadi. Itupun kalau semua jok di tiga baris difungsikan. Hal lain yang menggoda adalah harga. Mitsubishi membanderol mobil ini mulai dari Rp 464 juta (OTR Jakarta, bisa berubah kapan saja), untuk varian terbawah Exceed 4×2 M/T. Toyota Fortuner, harganya mulai dari Rp 471.850.000 untuk varian 2.4 G M/T.

Interior & Fitur

Interior Pajero Sport dibuat untuk mengakomodasi tujuh orang. Kami acungi jempol untuk kelegaan kaki dan kepala di baris kedua. Di depan pun, penumpang mendapatkan ruang yang cukup, meski di baris terakhir tidak bisa dibilang istimewa.

Yang patut disayangkan desain dashboard modern, malah memberi kesan sempit. Ini terutama terlihat pada bagian tengah dashboard yang tebal dan menyambung hingga ke konsol di antara dua kursi depan.

Fitur yang diberikan cukup berlimpah. Bahkan pada varian paling bawah sekalipun. Audio dengan headunit layar sentuh sudah punya kemampuan interkoneksi yang mumpuni. Pengaturan AC digital juga mudah dioperasikan.

Lingkar kemudi dihiasi beragam tombol untuk berbagai pengaturan. Dan ada paddle shifter bagi mereka yang suka memindahkan gigi secara manual.

Tuas transmisi yang pendek, bagi beberapa orang mungkin dirasa agak sulit dijangkau meski pengoperasiannya terasa meyakinkan. Khusus varian Dakar 4×4, kenop untuk memilih rasio gerak empat roda terletak di bawahnya. Ini juga tidak sulit untuk digunakan karena petunjuknya bisa mudah dibaca.

Soal kepraktisan di belakang, kursi baris kedua bisa terlipat dengan satu tuas untuk memberikan akses ke baris paling belakang. Meski harus diakui juga, kursi yang tebal ini terasa berat.

Bangku baris ketiga memang cukup menampung dua orang dewasa. Tapi ruang kakinya biasa saja, cenderung sempit. Seperti biasa, Anda harus berkompromi dengan yang duduk di baris depan, memajukan kursi untuk mendapatkan ruang kaki lebih. Tipikal mobil tiga baris.

Eksterior

Di sinilah letak kontroversi. Beberapa suka, beberapa mengurungkan niat beli dan pindah ke Toyota Fortuner. Desainer Mitsubishi membuat konsep desain Dynamic Shield ke tahap yang lebih tinggi, terlepas apakah pasar menyukainya atau tidak.

Parasnya terlihat agresif dengan lekukan yang tegas. Lapisan krom yang mendominasi tidak membuanya jadi aneh atau norak, tapi memperkuat kesan tangguh. Desain agresif juga menjalar ke bagian sisi, lekukan sepatbor dan garis bodi terlihat tegas. Selera kami bilang lengkungan di jendela baris ketiga terlalu menukik, sehingga membuat kaca terlihat kecil dibanding pilar D di belakangnya. Tapi sekali lagi, ini hanya masalah selera.

Hal yang paling kontroversial, desain lampu belakang yang menjulur ke bawah. Ini membuat seperti sedang “nangis darah”. Tapi desain ini menjadi ciri khas Pajero Sport terbaru, yang tidak dimiliki mobil manapun. Toh pencahayaannya jelas terlihat saat sedang menyala.

Fitur eksterior juga lumayan lengkap. Lampu depan sudah dibekali proyektor, lampu belakang LED. Kakinya dibekali pelek 18 inci (varian Dakar) atau 16 inci untuk Exceed dan GLX. Selain itu, Mitsubishi juga memasangkan rangka kuat yang mampu menyerap benturan saat terjadi kecelakaan, menggunakan material baja ringan.

Pengendalian & Pengendaraan

Pajero Sport berdiri di atas platform ladder frame. Platform model ini tangguh untuk medan berat, tapi kompensasinya pengendalian di kecepatan tinggi dan kenyamanan tidak bisa dibanggakan. Itulah kenapa, Pajero Sport dan Fortuner punya jok yang tebal.

Di kecepatan tinggi, posturnya yang jangkung juga memberikan efek limbung yang cukup terasa, terutama saat membelok di kecepatan menengah, dengan sudut yang tidak terlalu tajam.

Soal peredaman, secara mengejutkan, mobil ini memiliki suspensi yang rileks. Jalanan tidak rata bisa dilalui dengan nyaman pada kecepatan 50 km/jam. Sepertinya suspensi multilink di belakang punya andil besar di sini. Karakter multilink memang mengutamakan kenyamanan.

Yang harus diacungi jempol juga, stabilitas di jalan lurus saat berlari di atas 100 km/jam, meski saat itu mobil hanya diisi tiga orang plus barang bawaan.

Rem cakram di keempat roda memberikan pengereman yang mumpuni. Ini masih ditambah lagi dengan fitur bantu seperti ABS, EBD. Meski, efek menukik sangat terasa. Sekali lagi ini wajar untuk mobil tinggi.

Mesin & Konsumsi BBM

Varian Dakar yang sempat kami coba memang menarik, terutama dari sisi performa. Mesin dengan teknologi Variable Geometry Turbo ini, seperti memiliki napas panjang. Tenaga terasa mengisi di berbagai putaran mesin, dan transmisi otomatis 8-speed mampu merespons dengan baik.

Salah satu penyebabnya, Variable Geometri Turbo (VGT) tadi. VGT memungkinkan bilah turbin mengubah sudutnya, demi mendapatkan tekanan turbo yang pas di semua kondisi berkendara. Kombinasikan hal itu dengan pengaturan katup variable MIVEC (Mitsubishi Innovative Valve timing Electronic Control), semacam VVT-I di Toyota atau VTEC pada Honda.

Konsumsi solar pun patut diacungi jempol. Perjalanan luar kota dari Bandung ke Brebes melalui jalan tol, mengkonsumsi Pertamina DEX 12,7 km/liter. Tidak jelek untuk mobil bongsor yang pedal gasnya diinjak dalam terus menerus.

Dilihat : 655 kali
All New Pajero Sport
All New Pajero Sport
7 Type
Specs Keterangan
ECY ANDRIANI
"...Selamat datang mitsubishi lovers 🚗 untuk tau info promo menarik langsung saja klik telepon 📞..."
0761-840 0870
ecy_andriani@yahoo.com

Model Lainnya

Stay Connected